Kamis, 24 Mei 2018



Gerakan anti hoax bisa ditumbuhkan dari rumah, bagaimana caranya? Tapi nanti dulu bahasnya ya. Sekarang pertanyaannya, sadar tidak, sih, selama ini kita telah dicekoki dengan berita bohong yang banyak beredar di akun media sosial kita?

Seperti tadi pagi misalnya.

Ada beberapa teman di beberapa grup Whatsapp mengedarkan broadcast bahwa dengan meng-klik url resto cepat saji favorit anak-anak maka kita akan mendapatkan kupon gratis. Nah, siapa yang tidak senang ya, lagi puasa begini bisa dapat gratisan. Alhamdulillah.

Tidak lama kemudian, beredar kembali broadcast lain bahwa share kupon resto cepat saji tersebut adalah hoax. Namanya click per pay. Jadi, setiap kita mengklik url resto tersebut maka websitenyalah yang dapat duitnya sedangkan kita cuma mendapat iklan situsnya, bukan kupon gratisnya. Zonk.

Saya bisa memahami bila banyak yang jadi korban dengan ikut-ikutan men-share broadcast seperti itu. Maksudnya, sih, baik. Karena peduli dan ingin berbagi kebahagiaan saja di bulan Ramadhan. Tapi sayangnya tidak dicek dulu kebenarannya, hoax atau tidak. Untungnya tidak kena UU ITE lho, karena mereka yang membagikan informasi atau konten hoax, ujaran kebencian, konten bermuatan isu SARA, kesusilaan dan pencemaran nama baik bisa dijerat dan dikenakan hukuman.

Apa itu hoax?
Sebelum membicarakan apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari jeratan hukum, kita perlu memahami dulu apa itu hoax. Kata hoax berasal dari bahasa Inggris yang artinya tipuan, menipu, berita bohong atau berita palsu. Jadi bila diartikan hoax adalah ketidak benaran suatu informasi.

Berita hoax memang meresahkan publik dengan adanya informasi yang tidak jelas keabsahannya. Terlebih di jaman digital seperti sekarang ini segala pemberitaan mudah sekali tersebar luas dalam waktu singkat. Misalnya saja sewaktu kejadian teror bom di Surabaya kemarin yang dilanjutkan dengan kabar info ancaman bom lagi di Duren Sawit Jakarta. Banyak orang jadi panik sehingga tanpa pikir panjang, demi untuk mengingatkan orang-orang terdekatnya, lalu men-share info ancaman bom yang nyatanya adalah hoax.

Buku Anak Muda & Masa Depan Bangsa


Dimas Oky Nugroho, Editor sekaligus pemilik Cafe Diskusi Kopi Ruang Berbagi
Bertempat di Diskusi Kopi ruang berbagi di bilangan Halimun, Guntur, Jakarta Selatan pada 5 Mei 2018 lalu saya dan teman-teman Blogger berkesempatan hadir dalam launching buku Anak Muda & Masa Depan Bangsa yang dirangkum Dimas Oky Nugroho. Dalam buku yang memuat buah pikiran anak muda dari Aceh sampai Papua berisi 60 tulisan yang terbagi dalam 5 bab ini merupakan sebuah apresiasi terhadap tantangan sosial yang cukup besar di Indonesia, mengingat sejarah perekonomian Indonesia mengalami masa genting di masa reformasi lalu. Melalui #suarakaderbangsa buku ini penuh ide-ide menarik dari generasi yang bangga akan warisan untuk jadi bagian dari sebuah bangsa yang besar yang layak dibaca.



Kembali bicara soal anti hoax. Dalam buku terbitan Mizan, Maret 2018 ini saya mengutip paragraf yang diambil dari tulisan Wahyu Dhyatmika berjudul PERAN MEDIA DIGITAL DI ERA HOAKS DAN DISINFORMASI sebagai berikut :

Di tengah arus perubahan cepat ini, justru peran individu yang akan semakin besar. Semua orang tanpa terkecuali sekarang memiliki akses pada sebuah platform untuk bersuara : media sosial. Pendapat, keresahan, keberpihakan, kegembiraan, sudut pandang, bisa diekspresikan oleh siapa saja dengan terbuka. Siapapun yang membaca, jika setuju dan menyukainya - atau menolak dan membencinya - bisa merespons seketika itu juga. 


Oleh sebab itu sebelum menentukan ada di mana posisi kita ; setuju atau tidak, menolak atau membenci, sebelum merespon informasi yang masuk ada baiknya kita menahan diri sebentar agar tidak mudah terprovokasi berita yang belum jelas kebenarannya. Apalagi bila terkait dengan isu SARA dan politik yang makin syedep digoreng supaya jadi viral. Padahal bisa jadi itu berita hoax yang belum jelas kebenarannya sehingga dapat memicu rasa curiga, salah paham dan berujung dengan pertikaian.

Minuman kopi nyatanya punya banyak manfaat. Selain berguna untuk mengatasi stress dan depresi, kopi pun bisa meredakan sakit kepala. 

Terlebih di tahun terakhir politik seperti ini, hawa panas sudah menyelimuti media sosial dari kemarin-kemarin. Tidak jarang ada yang jadi bermusuhan hanya karena berbeda tokoh pilihannya nanti. Bila dibiarkan, bukan tidak mungkin kita terpecah satu sama lain. Padahal di balik itu, bisa jadi para tokoh politik yang terlihat bersiteru nyatanya sedang asyik ngopi bareng. Kalau begini yang rugi sebenarnya siapa, coba?

Mari memulai dari rumah


salah satu sudut cafe Diskusi Kopi Ruang Berbagi

Terkait dengan beragam karakter orang, sejatinya rumah adalah tempat awal mula seseorang mendapat asah, asih dan asuh. Melalui sosok ibu yang berperan penting dalam tumbuh kembangnya seorang anak mendapat ilmu, pengalaman dan kasih sayang di dalam rumah. 

Oleh sebab itu, karena ibu adalah sosok yang memegang peran penting dalam pembentukan karakter anak maka ibu harus memberikan contoh positif pada anaknya. Karena anak ibarat spons busa yang mudah menyerap apapun informasi; baik perbuatan maupun perkataan yang baik ataupun buruk. Jadi, kita tidak usah heran bila melihat orang yang hobinya nyinyir tentu bermula dari rumah awalnya.

Perilaku orang yang hobi nyinyir, berkata pedas dan menuduh tanpa alasan dengan mudah kita temukan di media sosial. Bukan tidak mungkin ada di antara teman kita yang hobinya julid-in sosok publik figur, atau hobi men-share hal-hal yang membuat gerah. Akan tetapi, haruskah kita menyalahkannya?

Mari makan nasi goreng kambing di Cafe Diskusi Kopi Ruang Berbagi. Otak boleh ngebul, tapi jempol tetap harus adem. 

Fruit Punch Cafe Diskusi Kopi Ruang Berbagi, rasanya rame seperti ramenya silang sengkarut dunia media sosial. Biar begitu, jangan lupa bahagia, yes. 

Berikut saya kutip paragraf dari buku yang sama tulisan Wijayanto berjudul HOAX DAN TRADISI KRITIS KITA sebagai berikut :

Filosofi pendidikan yang diajukan Prof. Yohanes Surya perlu diterapkan di sini. Profesor fisika yang telah melahirkan generasi peraih medali emas dalam olimpiade fisika itu berkeyakinan: "Tidak ada siswa yang bodoh, yang ada hanya siswa yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar." Dia membuktikan anak Indonesia pun bisa bersinar sejajar dengan putra terbaik dari bangsa lain. 

Pada akhirnya, hoaks hanyalah ekses dari sebuah era kelimpahan informasi sebagai dampak tak terhindarkan dari kemajuan teknologi komunikasi. Ibarat virus, hoaks hanya dapat dilawan dengan serum kekebalan berupa kemampuan berpikir secara kritis. 

Dari situ kita bisa mengambil benang merahnya, bahwa rumah sebagai madrasah pertama anak maka ibu mempunyai peran penting sebagai guru terbaik terhadap karakter anaknya kelak. Untuk itu, dengan serum kekebalan berupa kemampuan berpikir secara kritis maka gerakan anti hoax bisa ditumbuhkan dari rumah, bagaimana caranya?






Rabu, 23 Mei 2018

Setiap tempat punya cerita. Karena itu, traveling menjadi sebuah kemewahan tersendiri untuk menemukan cerita-cerita baru melalui selembat tiket pesawat, orang-orang asing yang tak sengaja bertemu, kuliner sedap dengan resep warisan, dan bangunan modern yang gemerlap menjulang maupun bangunan yang telah menjadi puing dan menyisakan sedikit wujud untuk histori yang panjang.

Aceh, seperti tempat yang lainnya, juga memiliki banyak cerita. Kamu bisa menemukan banyak tempat-tempat yang menyimpan cerita panjang di provinsi ini. Tak hanya itu, arsitekturnya yang menakjubkan juga membuat tempat-tempat berikut layak menghuni feed instagram kamu. Nah, supaya tidak kehabisan, kamu bisa segera pesan tiket pesawat Lion Air ke Aceh sebelum membaca artikel ini kok.

Masjid Raya Baiturrahman

source : kanalaceh

Tempat ini berada di jantung kota Banda Aceh dan menjadi titik sentral seluruh kegiatan di Nangroe Aceh Darussalam. Gaya rancangan kontruksinya menyerupai Taj Mahal dengan luas mencapai sekitar 4 Ha dan 7 kubah serta 4 menara di samping 1 menara induk.

Masjid Raya Baiturrahman dibangun pada tahun 1612 oleh Sutan Iskandar Muda Mahkota Alam. Selain pernah menjadi salah satu pusat pembelajaran agama Islam yang dikunjungi muslim dari seluruh penjuru dunia, masjid ini juga pernah menjadi markas perang dan benteng pertahanan rakyat Aceh melawan kolonialisme Belanda.

Objek wisata religi yang megah dengan kolam pancuran bergaya Kesultanan Turki Utsmani ini juga pernah dibakar saat agresi militer ke dua. Perlawanan rakyat Aceh pun semakin sengit. Untuk meredam kemarahan tersebut sekaligus merebut simpati, empat tahun kemudian Masjid Raya Baiturrahman kembali dibangun oleh pemerintah Belanda.

Museum Rumah Cut Nyak Dhien

source : triptrus
Dalam catatan sejarah, perjuangan sepasang suami istri Teuku Umar dan Cut Nyak Dhien sempat diwarnai oleh pembelotan yang dilakukan Teuku Umar terhadap pihak Belanda. Rakyat banyak yang menentang lantaran sikap Teuku Umar dianggap sebagai bentuk pengkhianatan. Padahal sesungguhnya, hal tersebut merupakan taktik Teuku Umar agar dapat mengakses persenjataan koloni. Sebuah rumah kemudiah dihadiahkan kepada Teuku Umar dari pihak Belanda karena menganggap pahlawan tersebut telah berada di pihaknya. Namun di tahun 1896 Belanda mengetahui bahwa Teuku Umar hanya berpura-pura. Rumah tersebut lantas dibakar sampai habis oleh sekutu dan kembali dibangun replikanya oleh pemerintah di tahun 1987 dan menjadi Museum Rumah Cut Nyak Dhien.

Tempat instagrammable di Aceh ini pun berbentuk rumah panggung dengan 65 tiang kayu penyangga. Dindingnya terbentuk dari papan kayu, sedangkan bagian atap menggunakan pelepah daun kelapa tua. Sekelilingnya dipenuhi tanaman hijau yang sangat terawat sehingga membuat udara begitu sejuk.

Museum Tsunami Aceh

source : tripadvisor

Bangunan ini dibuat untuk mengenang peristiwa besar dan memilukan yang terjadi di tanah Aceh pada tahun 2014 silam. Melalui desain arsitek asal Bandung, Ridwan Kamil, Museum Tsunami Aceh menjadi semacam pengingat sekaligus simbol kekuatan masyarakat Aceh terutama dalam menghadapi kejadian Tsunami.

Museum dibentuk dengan struktur empat lantai seluas 2.500m2 dan dindingnya berbentuk melengkung yang ditutupi relief geometris. Eksterior bangunan ini sangat unik dengan menggunakan ornamen dekoratif unsur transparansi dan berbentuk seperti kapal lengkap dengan sebuah mercu suar yang berdiri tegak di atasnya.

Interiornya pun tak menakjubkan. Sebuah lorong sempit dan gelap dengan dua dinding air di sisi kanan dan kiri harus dilalui untuk memasuki museum. Ruang ini dibuat untuk mengingatkan kepanikan dan 'gelap'nya suasana saat tsunami. Puluhan standing screen yang ditemui setelah lorong ini menunjukkan potret pasca tsunami yang hancur lebur. Selain itu, Museum Tsunami Aceh juga memiliki perpustakaan, dinding-dinding berisi nama korban tsunami, jembatan, dan berbaai hasil kreativitas lainnya yang impresif.

Itulah tiga tempat instagrammable di Aceh yang juga menjadi destinasi penuh kisah. Masing-masing lokasi dapat dikunjungi setiap hari, tetapi dengan jam tertentu untuk Museum Rumah Cut Nyak Dhien dan Museum Tsunami Aceh.

Tak lupa, gunakan Airy Tiket Pesawat untuk menemani perjalanan kamu ke Aceh kali ini. Beragam harga tiket penerbangan terbaik bisa kamu dapatkan dengan lebih cepat dan mudah melalui aplikasi mobile maupun situs web Airy. Let's find stories with Airy!




Selasa, 22 Mei 2018



Cinta terencana elakkan keluarga dari bencana. Ketika remaja, saya pernah memimpikan hal-hal romantis saat menikah nanti. Di pagi hari, saya bayangkan ciuman selamat pagi dari belahan hati yang membangunkan dari tidur lelap saya. Saya bayangkan ia mengulurkan kopi hangat yang aromanya sanggup membuat saya terjaga sambil mengatakan, "bangun dong sayang, hari sudah siang cucian sudah nunggu tuh." :D

Tapi kenyataan tidak seindah mimpi. Suami saya tidak ada romantis-romantisnya sama sekali. Tumbuh dalam keluarga broken home suami saya membuat hatinya seolah beku, datar, tanpa emosi dan cenderung dingin. 

Namun sekian puluh tahun membina rumah tangga, pahit getir dalam pernikahan sudah dilewati bersama-sama. Ujian demi ujian datang membuat cinta semakin teruji kualitasnya. Apakah mampu bertahan atau menyerah sampai di sini saja.  

Biarpun terseok-seok membina rumah tangga tapi saya masih cukup beruntung dibandingkan teman saya perempuan, sebut aja Kiki. Di usianya yang jelang 40 tahun ia masih asyik dengan dunianya yang muter itu aja, rumah - kerja - hang out - rumah. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kesepiannya hatinya tanpa tawa anak-anak yang menghangatkan rumah. Saat saya usul untuk menikah, ia menggeleng. "Ngga ah, ntar laki gue bogemin gue kaya emak gue dulu. Sorry ye!" 

Atau bila dibandingkan dengan cerita teman lelaki saya, M, yang mendapat kabar dari mantan istrinya, Rani anak sulung perempuan mereka minta kawin. Saya kaget mendengarnya, bukankah umurnya hanya selisih setahun dengan mas Tsaka anak saya yang masih kelas dua SMP. Saya hanya sesalkan jika ia dikawinkan apapun alasannya. Benar saja, tiga bulan berikutnya saya mendengar Rani sudah diceraikan suaminya. Antara senang sekaligus sedih perasaan saya campur aduk. Untungnya dia belum hamil, ucap syukur saya. Miris.





Saya bisa memahami mengapa Rani nekat minta kawin muda. Kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya yang sudah cerai ditambah dengan kehadiran adik tiri dan masalah komunikasi menyebabkan ia berpikir pendek. Dia kira menikah akan menyenangkan, padahal tidak begitu. Ada rentetan realita kehidupan yang menuntut kesiapan secara emosional, finansial dan kesehatan. 

Bila melihat latar belakangnya, gadis berkulit langsat ini tidak memiliki figur ayah, karena sosok ayah tirinya tidak memiliki ikatan batin dengannya sementara ayah kandungnya tinggal di luar kota dan kerjanya serabutan saja. Sosok ibu yang seharusnya paling dekat dengan dia hanya mengajaknya bicara untuk menyuruhnya melakukan ini itu karena sibuk mengurus kerjaan rumah tangga yang tidak ada habisnya. Bisa kita bayangkan bagaimana hambarnya hidup dia, karena ia sekalipun tidak pernah terlibat komunikasi menghangatkan misalnya seperti begini, "gimana hari kamu sekarang, sayang? Sedih atau bahagia? Ibu peluk, ya!"





Ya, jika dikembalikan memang sih manusia tidak ada yang sempurna. Sosok suami saya, Kiki, maupun Rani adalah contoh anak-anak yang menjadi korban atas chaos yang terjadi dalam pernikahan orang tuanya. Mereka terjebak dalam pilihan yang tidak mengenakkan. Namun memilih tidak menikah bukanlah solusi, sementara menikah apalagi di usia dini pun rupanya tidak seindah cerita dongeng Cinderella. Karena bukan pernikahannya yang jadi masalah tapi justru pribadinya itu sendiri yang punya masalah. 

Mari kita menelisik di sekitar kita, banyak bukan anak-anak yang hidup dalam keluarga timpang? Ada anak yang diasuh oleh salah satu orang tuanya akibat bercerai atau mencari nafkah di kota lain. Ada juga yang diasuh oleh kerabatnya. Kurangnya touch feel dari orang tua sehingga anak-anak tidak merasakan kehangatan dan ikatan keluarga, menyebabkannya mudah melarikan diri ke dunia yang membuatnya nyaman jika imannya kurang. Contohnya seperti free sex, narkoba, merokok, LGBT atau kawin muda *sigh

Konsep Keluarga

Dalam rangka Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada 29 Juni, ibu Eka Sulistya Adiningsih selaku Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN RI mengatakan, "keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat sebagai landasan negara yang kuat. Untuk itu peran keluarga harus kuat."

Ibu Eka Sulistya Adiningsih

Paparnya, berkeluarga adalah fase terbesar dalam hidup setiap orang. Dimana dua individu yang berbeda akan berbagi peran dan tugas yang melekat yakni sebagai suami dan istri dan sebagai orang tua dari anak-anaknya. Namun pada faktanya, banyak peran yang tertukar di keluarga. Suami yang bertugas sebagai pencari nafkah digantikan istrinya. Atau ibu justru memindahkan tugasnya untuk mengayomi anaknya dengan memaksanya bekerja mencari uang. 

Faktor penyebabnya adalah kemiskinan dan kurangnya wawasan sehingga mendidik anak kerap diabaikan. Nah, mendidik yang saya maksudkan bukanlah yang membiarkan anak meniru hal-hal di sekelilingnya tanpa bimbingan, mau baik ataupun buruk. Bukan pula yang sekedar menemani anak dalam mengerjakan pelajaran sekolah untuk mendapatkan ranking saja. Akan tetapi budi pekerti, kesantunan dan rasa sayang antar anggota keluarga haruslah ditanamkan. Bahkan jika salah satu anggota keluarga ada yang sakit semuanya pun akan merasakan sakit. Itulah empati yang seharusnya ada dalam keluarga. 


Kematangan berpikir setiap individu mengenai konsep pernikahan dan berkeluarga tentu saja adalah hal yang mustahil dilakukan anak remaja. Karena masa remaja adalah masa transisi dari masa anak-anak menuju dewasa. Postur tubuhnya boleh jadi layaknya orang dewasa. Tapi naluri, daya tangkap dan emosinya tetaplah masih anak-anak.

Untuk itu, jika terjadi pernikahan dini seperti Rani sangatlah disayangkan. Karena akibat pernikahan dini adalah kesengsaraan yang dimulai dari putus sekolah yang menyulitkannya mendapat pekerjaan yang layak. Kemudian akibat menikah muda maka faktor peluang resiko terhadap kesehatan dan kehamilannya semakin tinggi karena di usia remaja organ reproduksinya masih dalam pertumbuhan. Ke depannya, akibat kesulitan ekonomi yang bertumbukan dengan biaya pasca melahirkan menyebabkan ibu yang masih remaja mudah depresi lalu akhirnya bercerai karena tidak mengira bakal menghadapi realita tersebut. 

Mengapa harus remaja? 
Sebagai penerus generasi bangsa ke depannya, merencanakan keluarga nyatanya tidak hanya merencanakan kapan pergi ke KUA dan merencanakan jumlah anak idealnya berapa. Tapi juga merencanakan semua hal tentang persiapan membangun keluarga yang berkualitas.

Adapun untuk membentuk keluarga berkualitas dasarnya adalah perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa pada Tuhan YME.



Bukan tanpa alasan mengapa BKKBN mengintervensi remaja, karena di usia ini adalah fase labil dalam hidup individu untuk membentuk jati dirinya seperti apa di masa depan nanti. Untuk itu dengan adanya program untuk membina ahlak dan ketahanan remaja diharapkan dapat mencegah pernikahan dini dan target keluarga berkualitas akan tercapai sehingga bangsa yang maju, kuat dan besar tercapai juga. 

Nah, masalahnya sekarang, ada dimana posisi kita? Sebagai orang tua dari anak-anak kita, tentu kita tidak ingin anak-anak kita mengalami peristiwa tidak mengenakkan yang pernah kita alami bukan misalnya menjadi korban broken home? Oleh sebab itu mari kita dukung kampanye Cinta Keluarga Cinta Terencana yang digalakkan BKKBN untuk mencegah pernikahan dini pada anak kita dengan pembekalan ahlak dan ketahanan di masa remaja anak kita untuk membentuk keluarga yang berkualitas.




Gap Komunikasi 
Disamping itu, bagaimana cara mengatasi masalah yang selama ini terpendam dengan pasangan kita? Bukan tak mungkin lho ya saat terbenam dalam masalah bukannya mencari solusi bersama yang ada kita justru jadi terbawa godaan setan hingga akhirnya memutuskan bercerai. Ujungnya tetap anak-anak lagi yang jadi korban. Muter gitu aja terus siklusnya. Lalu kapan benang kusut ini terurai jika tidak dimulai dari diri sendiri?

Nah, umumnya masalah yang terjadi dalam keluarga adalah komunikasi. Gap komunikasi antar pasangan misalnya yang terjadi pada saya dengan suami ataupun komunikasi antar orang tua dan anak misalnya Rani dengan kedua orang tuanya.

Roslina Verauli, Psikolog

Ibu Roslina Verauli seorang psikolog yang wajahnya dulu kerap kita lihat di televisi dalam tayangan Cerita Perempuan kemudian angkat bicara. Dalam pemaparannya bertemakan Kiat Membangun Keluarga Sehat Dan Terencana ia mencontohkan beberapa keluarga dalam film yakni Keluarga Simpson, Keluarga Incredible, Keluarga Cemara dan Keluarga Si Doel. Manakah diantara keluarga tersebut yang memiliki chemistry? 

Semua sepakat mengatakan bahwa sinetron keluarga Cemara merupakan contoh keluarga berkualitas. Sosok abah yang digambarkan pailit sejak di-PHK namun tetap mampu bertahan dalam getirnya kehidupan didukung anak istrinya. Begitupun dengan keluarga Si Doel yang terlihat begitu crowded namun komunikasi antar keluarga terasa hangat dan kuat. 

Persoalan komunikasi adalah hal krusial dalam keluarga. Karena pada awalnya, sebelum terikat pernikahan, setiap individu terlahir dari keluarga yang memiliki kebudayaan dan karakter berbeda sehingga sifat dan karakter pun menuruninya. Tidak heran bila selama ini orang tua selalu memakai pakem bobot, bibit dan bebet untuk memilihkan calon yang tepat untuk anaknya.



Untuk menjembatani miss communication dalam keluarga ibu Roslina mengajak kita untuk selalu kontak mata dengan yang diajak bicara. Dengan melakukan touch eyes maka chemistry antar keduanya makin kuat. 

Dalam melakukan komunikasi pun sebaiknya kita menghindari kata-kata penuh tuntutan. Misalnya menanyakan soal makan. Daripada bilang, "sayang, udah makan?" maka sebaiknya kita berikan sentuhan perasaan dengan menanyakan begini, "sayang, gimana tadi makannya? Enak?"  

Gimana, lain kan rasanya? 

Begitupun bila kita mengeluh soal uang belanja dapur. Daripada nanyanya pake nuntut, kmudian gas pol pula, misalnya begini, "mas uang belanja udah habis, nih. Gimana dong?"

Nah ada dua tipe lelaki yang harus kita ketahui, tipe protektif dan agresif. Suami kita termasuk yang manakah dari dua tipe tersebut?

Tipe protektif ketika dituntut dia memilih diam mutung sedangkan tipe agresif justru bakal meledak emosinya. Jadi lebih baik beri penekanan bahwa kita sedang tertekan dalam kondisi tersebut. Lalu ajak dia memikirkan jalan keluarnya.

Gimana rasanya, asik dan romantis, kan? hihihi... 

Satu semangat yang berkobar dalam hati saya kemudian mengatakan, tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi cinta terencana saya dengan suami dari nol. Life is never flat, rite?

Dan untuk anak-anak, mari kita sepakat mengkampanyekan Stop Pernikahan Dini. Mari bangun wawasan pikiran anak kita bahwa berkeluarga urusannya bukan cuma sumur dan kasur saja, bukan cuma persoalan cinta semata tapi di atas cinta ada tanggung jawab finansial, psikologis, emosi dan komitmen. Dengan cinta terencana elakkan keluarga dari bencana, jadi buat apa buru-buru? Nikmati saja progressnya, toh kalau jodoh juga tidak lari kemana.











Source : pixabay

Susahnya memilih gamis anak remaja putri ​untuk mba Nala saya alami ketika
ia duduk di kelas 6 SD. Waktu itu dalam pesantren kilat Ramadhan yang
diselenggarakan sekolahnya ia diwajibkan mengenakan baju muslim pribadi,bukan seragam muslim dari sekolahnya. Jujur saya risih melihatnya.

"Mba, emang kamu ga ada baju lain apa, koq baju sudah sesak begitu masih
dipake?" Tanya saya dalam mobil dalam perjalanan menuju rumah.

"Baju yang mana lagi, Bu? Kan yang penting tangannya lengan panjang sama pake celana jeans panjang. Udah nutup ini, kan?

"Ya ga gitu juga, mba. Memakai baju muslimah tetap ada pakemnya. Jadi ga
sekedar tangannya lengan panjang dan mengenakan celana panjang menutupi mata kaki saja, sayang. Tapi juga pilih yang ga ketat. Nah, kenapa tadi ga milih pakai kemeja aja sih daripada pakai kaos begini?" Saya sempat menyesalkan diri saya juga yang ga ngeh dengan pemilihan baju anak sulung saya ini.

"Mba ga tau, Bu. Mba mikirnya kalo pake kaos kan enak, ga gerah. Ga ribet kaya
pakai kemeja yang kudu masangin kancing satu-satu," jelasnya sambil merengut.

Ah iya, tipikal anak-anak yang mulai beranjak gadis salah satunya begini, nih.
Umumnya, masih belum memahami secara real perubahan pada bentuk tubuhnya. Layaknya anak-anak sehingga naluri untuk tampil cantik dan modis belum ada. Di pikirannya hanya gimana supaya ia dapat bebas bergerak makanya kaoslah yang dipilihnya. Noted.

Sampai di rumah, saya ajak ia membongkar lemari bajunya. Menyortir baju-baju yang masih bisa dikenakan juga cukup menyulitkan. Karena kriteria baju anak remaja dalam kacamata saya berbeda dengan dia. Kata saya ini sempit, kata dia masih enak dipakai. Kata saya ini udah jelek, kata dia warna dan motifnya ia sukai. Akhirnya saya ambil jalan tengah. Ia boleh memakainya tapi hanya di rumah saja Kalau keluar rumah ia harus mengenakan baju pilihan saya khusus untuk acara di luar rumah yang kemudian saya taruh di rak paling atas lemarinya.

"Mba, mba tau kan kenapa ibu minta Mba Nala pakai baju yang ini?" tanya saya
seraya menunjuk ke rak bagian atas lemarinya. 

"Karena, sebagai muslimah kita harus menjaga pandangan orang lain ke arah kita. Caranya yakni dengan ga
memakai baju yang ketat dan warna yang terlalu mencolok. Dengan begini, selain
dapat melindungi diri dari orang yang berniat jahat ke kita, kita sendiripun
berperan mengurangi orang yang mungkin awalnya ga ada maksud apa-apa jadi timbul niat jahatnya melihat kita. Ngerti kan, maksud, Ibu?"

"Terus besok buat pesantren kilat, Mba pakai baju yang mana?" Ia masih merajuk.

"Sementara pakai kemeja panjang aja seperti biasa. Mba kalau mau pake rok
panjang yang itu juga gapapa, tapi tetap pake legging ya, biar ga keliatan kakinya.
Jangan kaya emak-emak majelis taklim juga kali yang pakenya baju pengajian
kaya ibu," sambil memencet hidungnya saya tertawa yang diikuti tawanya.

Misi selesai. Akan tetapi tetap saya harus membelikannya baju lagi yang sesuai
untuk anak seusianya. Pilihan saya adalah gamis anak​ agar kesan feminin juga ada diantara lautan koleksi bajunya yang berkesan tomboy hihihi...

Berikut tips saya dalam memilih baju gamis anak​ remaja :

1. Pilih yang berbahan katun. Bahan katun diakui selama ini karena sifatnya yang
adem. Karakter anak remaja yang hobi bergerak tanpa henti membuatnya gampang keringatan sehingga baju yang adem di kulit dapat membuatnya nyaman bergerak.

Source : pixabay


2. Pilih bahan kaos. Bahan kaos selama ini merupakan pilihan favorit dari berbagai kalangan. Bukan anak-anak dan remaja saja yang menyukai bahan kaos kita pun orang dewasa juga menyukainya. Sayangnya, bahan kaos hanya pas dikenakan saat acara santai saja. Jadi, pastikan anak remaja kita mengenakan baju berbahan kaos hanya untuk bersantai saja, ya.

3. Motif. Untuk anak remaja pemilihan motif bunga kecil-kecil menurut saya
menjadi pilihan yang tepat dibandingkan kita memilihkan motif salur-salur atau
bermotif bunga besar yang membuatnya terlihat seperti ibu-ibu.

4. Warna. Terkadang saya sendiri sering gatal memilih baju berwarna gonjreng
untuk mba Nala. Tapi saya paham karakter anak remaja umumnya ingin menonjoldibandingkan temannya tapi bukan dalam arti menonjol yang ditunjukkan dengan mengenakan baju berwarna mencolok di keramaian juga sih hehehe... Untuk itu saya memilihkan warna-warna aman seperti putih dan warna-warna pastel seperti pink muda, kuning muda atau biru muda.

5. Pernak pernik. Anak remaja adalah anak yang hobi bergerak. Staminanya seolah tidak pernah habis. Untuk itu, pernak pernik yang menempel di gamis anak remaja sebaiknya yang tidak membuatnya ribet bergerak. Hindari baju gamis yang ada sentuhan pita-pita, renda-renda berukuran besar atau manik-manik. Hal itu justru membuatnya terlihat seperti anak-anak atau justru seperti emak-emak lagi.

6. Hijab. Pasangan baju muslimah adalah jilbab. Pilih warna yang senada lebih tua
atau lebih muda dari warna gamis anak​. Atau jika bajunya bermotif pilih jilbab
berwarna polos. Sebaliknya jika bajunya bermotif polos pilih jilbab bermotif yang
warna motifnya ada di baju gamis juga agar terlihat senada. Tidak ada salahnya
memiliki jilbab hitam yang mudah dipadukan dengan warna baju apapun. Nah, modelnya saran saya bila anak kita masih di usia pra remaja di kisaran usia SD kelas 5 - 6 pilihkan bergo yang praktis penggunaannya. Tapi jika anak kita sudah di usia remaja sesungguhnya yakni di kisaran usia SMP -SMA ia bisa bebas memilih menggunakan bergo atau jilbab segi empat ataupun pasmina.

Susahnya memilih gamis anak remaja putri tentu kerap dialami ibu-ibu seperti
saya. Tapi dengan memahami karakter anak remaja putri kita yang masih labil
bersikap dan membantunya memilihkan baju yang tepat tentu akan membantunya menemukan jati dirinya. Bukan begitu?

Source : dokumen pribadi

Selasa, 15 Mei 2018


Lowongan pekerjaan di Danone Indonesia minta sejumlah uang, hoax atau fakta? Membaca headline saya begini pasti teman-teman akan bilang, wow, sebagai tanda kaget, gitu kan? Apalagi kalau teman-teman membayangkan perusahaan sekelas Danone masak iya sampai hati, sih, meminta sejumlah uang pada calon pelamarnya.

Pernahkah teman-teman mengalami saat butuh kerjaan tapi ditolak sana sini? Giliran diterima bekerja tapi ada syarat yang tidak bisa ditolak, yakni ijazah harus disandera. Akhirnya, daripada menyandang status pengangguran, ibarat jual diri, terpaksa teman-teman mengambil pilihan tersebut.

Saya pernah mengalami kejadian tersebut. Namanya juga anak baru lulus. Tentu saja saya girang sekali ketika lamaran kerja saya dipinang juga oleh perusahaan Madu. Wooh, katanya lowongan pekerjaan di Jakarta itu susah nyarinya. Buktinya gampang, koq. Aiih, sombong benar saya waktu itu.

Setelah melalui proses wawancara dan psikotest kemudian saya dipanggil lagi oleh HRD dan diminta membawa ijazah asli. Katanya, karena saya membawahi bidang sales dimana waktu itu saya bertanggung jawab terhadap sejumlah madu yang saya bawa untuk dijual, jika ada yang hilang atau pecah saya harus menggantinya.

Okelah, karena di kepala saya cuma ada dua yakni bisa bekerja dan mendapat gaji saya pun menganggukkan kepala sebagai tanda menyetujui hak dan kewajiban saya sebagai karyawan. Hari demi hari saya bekerja bak anak ayam dilepas di belantara. Saya yang belum paham bagaimana memprospek orang atau perusahaan agar dealing bisnis dan tidak ada tuntunan dan panduan sama sekali dari atasan membuat saya kelimpungan. Intinya lakukan apa saja yang menurutmu bisa asalkan target penjualan terpenuhi. Tapi dari mana memulainya? Caranya bagaimana? Akhirnya, dalam sebulan saya mengundurkan diri karena kebingungan dengan atmosfer bekerja seperti itu.



Lagi-lagi feeling saya terbukti. Nyatanya tidak mudah mengambil ijazah saya yang disandera perusahaan. Saya harus membayar sejumlah uang untuk menebus ijazah saya. Katanya, saya melanggar aturan perusahaan yang menyatakan sebelum tiga bulan bekerja tidak boleh resign. Saya kaget. Sewaktu wawancara dan menandatangani Surat Perjanjian Kerja tidak ada pasal mengenai itu, lho.

Apa yang saya alami adalah sekelumit cerita suka dukanya anak fresh graduated dalam bekerja.  Banyak obrolan yang saya dapatkan dari teman-teman seputar susahnya mencari lowongan kerja. Apalagi persaingan dalam mencari kerja semakin ketat saja. Tidak heran event jobs fair kerap membludak pengunjungnya. Bahkan, sampai ada yang pingsan dan terinjak-injak karena kapasitas tempatnya tidak sebanding dengan jumlah pelamar. Saya bisa memahami fenomena tersebut.

Oleh karena ada peluang yang bisa diambil pihak-pihak yang berniat jahat untuk mencari uang, maka penipuan terhadap pencari kerja yang mungkin sudah putus asa karena belum berjodoh pun marak terjadi. Misalnya ada yang meminta transfer uang untuk biaya DP akomodasi seperti hotel dan pesawat bila calon korbannya tinggal di luar kota. Atau ada juga yang meminta transfer uang untuk pembelian seragam kerja calon korbannya. Ada-ada aja, deh modusnya.

Benarkah Danone meminta sejumlah uang pada calon pelamar?


Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman Blogger berkunjung ke kantor Danone di bilangan Kuningan Jakarta Selatan. Ibu Dewi Suryani selaku Management Trainee and Employer Branding Manager Danone Indonesia menegaskan bahwa bila ada pertanyaan mengenai lowongan pekerjaan di Danone Indonesia minta sejumlah uang, hoax atau fakta, maka jawabannya adalah HOAX.

Ibu Dewi menuturkan, bukan sekali dua kali kantor Danone didatangi pencari kerja dari daerah. Umumnya mereka menanyakan kepastian diterima tidaknya mereka bekerja di perusahaan ini karena mereka sudah mentransfer sejumlah uang untuk biaya ini itu. Padahal Danone sama sekali tidak pernah meminta uang. Proses rekruitmen berjalan dengan normal melalui tahapan alur seleksi dari mulai test sampai wawancara.

Berikut cara menghindari penipuan lowongan pekerjaan Danone Indonesia :


1. Umumnya penipu menggunakan alamat email gratisan seperti yahoo, gmail atau hotmail. Padahal perusahaan resmi umumnya menggunakan domain berbayar yang ujungnya .com atau .co.id. Untuk mengecoh calon korbannya penipu kerap menggunakan nama email dan logo perusahaan yang dimirip-miripkan dengan yang asli. FYI, dalam gambar tersebut, logo orang yang menghadap ke kiri nyatanya tidak digunakan lagi oleh Danone.

2. Website gratisan misalnya saja www.aqua.wordpress.co.id atau www.aqua.blogspot.co.id sebagai alamat website perusahaan abal-abal pun kerap dijadikan penipu untuk menggaet calon korbannya. FYI, Danone menggunakan website resmi www.aqua.com. So, cermati perbedaannya ya.



3. Penawaran gaji yang tidak wajar dan janji kenaikan gaji yang berlipat-lipat yang diumumkan di awal proses rekruitment apakah wajar? Penipu menyadari bahwa calon pelamar kerja pasti merasa senang dengan iming-iming yang ditawarkan. Padahal, perusahaan besar manapun hanya akan membayar gaji sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki calon tenaga kerjanya. Disamping itu, urusan dalam negeri yakni masalah gaji sifatnya rahasia dan tidak mungkin dijembreng saat pengumuman penerimaan lowongan pekerjaan.

4. Amati ciri-ciri isi email yang tidak profesional. Karena dibuat oleh penipu kerapkali kaidah penulisan dan tanda baca yang digunakan tidak tepat. Seperti dalam gambar berikut tertera kata RekruitmenKaryawan yang ditidak dipisah antara kata rekruitment dengan kata karyawan dan dua-duanya menggunakan huruf besar. Sepele kelihatannya, bukan? Tapi jelas, seseorang yang kapatible dalam menulis surat resmi tidak mungkin abai terhadap kaidah penulisan dan tanda baca.

5. Minta uang. Nah, dengan berbagai muslihat ujung-ujungnya penipu bakal meminta sejumlah uang pada calon korbannya. Tapi sebelumnya penipu akan menjaring calon korbannya dulu. Umumnya dia akan memilih calon korban yang tinggal di luar kota sehingga sulit untuk datang ke lokasi wawancara. Untuk memaksa calon supaya tidak bisa berpikir panjang penipu kerap memberi batasan waktu untuk segera datang ke tempat wawancara kalau tidak kesempatannya bakal diserahkan ke calon pelamar lain. Atau bisa juga dengan motif meminta sejumlah uang untuk down payment akomodasi calon pelamar. So, hati-hati ya.

Tipe Karakter Karyawan Seperti Apa Yang Direkrut Danone? 


Menempati lantai 9 hingga lantai 16 Gedung Cyber 2 di Kuningan Jakarta Selatan sedikit banyak saya bisa meraba bagaimana karakter orang yang bekerja di kantor pusat Danone Indonesia. Dimulai dari MC mas ganteng yang saya kenal jago ngocol ini rupanya sering jadi MC juga di luar jam kerjanya. Mau acara nikahan, sunatan, launching buku, talkshow, oke. Mau acara santai atau resmi, hayu. Mau pake bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, mangga. Saya simpulkan, untuk bisa menjadi karyawan Danone  talent unik yang seperti dimiliki Mpang alias Mas Novan ini menjadi point plusnya, deh.



Begitupun saat diajak keliling kantor Danone oleh Cika selaku Management Trainee Danone. Umurnya memang masih muda tapi asyik banget melihat cara dia menghandel saya dan teman-teman yang tidak berhenti bertanya. Bahkan saat skip sebentar terhadap pertanyaan saya karena harus menjawab pertanyaan teman yang lain, tapi Cika masih ingat lho. "Sampe mana tadi mba Diah?"



Melihat gaya Cika yang cekatan dan Mpang yang punya talent unik adalah contoh karakter karyawan yang disukai untuk direkrut Danone. Bapak Arif Mujahidin juga menegaskan, terkait dengan visi misi Danone yang mensinergikan bisnis dan sosial tentu saja dalam perekrutan karyawan Danone akan terbaca bagaimana karakter calon pelamar saat wawancara. Apakah orientasinya bekerja adalah mencari uang yang banyak saja?

Dipaparkan oleh Pak Arif, project sosial Danone melulu mengenai pelestarian alam dan kesehatan. Silakan baca tulisan saya sebelumnya berjudul kerja di danone, apa kelebihannya?  Oleh sebab itu karena namanya proyek volunteer maka tidak ada fasilitas gaji.

Lalu ada sebersit pertanyaan di hati saya, koq mau ya kerja ga dibayar? Nah, ini yang bakal jadi kuncinya saat wawancara (baca : karakter calon karyawan)

Danone tempat nyaman untuk bekerja 





Kesimpulan saya mengenai keunikan karakter karyawan yang kerja di Danone semakin jelas sewaktu mendengar cerita tiga orang MT Star Batch. Adapun program MT Star Batch merupakan proses rekruitment karyawan Danone yang diperuntukkan untuk kalangan milenial yang fresh graduated. Seperti halnya Cika yang menjadi teman saya keliling kantor head office Danone demi melihat berbagai fasilitas yang ada, ia pun telah melewati proses rekruitment menjadi seorang Management Trainee melalui program MT Star.






Dalam kesempatan tersebut hadir tiga orang karyawan Danone yang baru kembali dari masa tugasnya di luar negeri. Dwinta Astarini selaku Senior Brand Manager Nutricia dan Jovita Anggraeni selaku Supply Chain Network Optimation keduanya sama-sama melalui proses rekruitmen melalui program MT Star Batch di tahun yang sama yakni tahun 2014. Selain itu hadir pula Dedy Suwartono selaku Head of Comercial Finance.







Yang menarik, mereka ini masih muda-muda tapi sudah dikirim ke luar negeri. Asyik sekali tampaknya ya? Tapi teman-teman perlu ketahui bahwa hal ini bisa terjadi bila semua lini bersinergi. Danone selalu menawarkan tantangan pada karyawannya yang memiliki potensi, karakter, passion dan komitmen yang baik. Tipe karyawan seperti ketiga orang ini akan lebih mudah menerima skill baru dari mentor dan leader Danone daripada orang yang tidak punya komitmen.

Disamping itu, lingkungan kerja di kantor pusat Danone juga memahami bahwa karyawan pun perlu have fun di dalam kantor untuk menuangkan ide dan kreasinya. Untuk itu berbagai fasilitas misalnya main PS, Tussball (sepak bola meja), karaoke menjadi tempat untuk recharge pikiran karyawannya. Sebagai rumah kedua kantor yang nyaman tentu membuat karyawan betah berlama-lama di sana yang akhirnya produktifitasnya pun meningkat.

Nah, sudah siapkah teman-teman jadi MT Star Batch selanjutnya? Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi http://www.dancommunity.com/career-opportunity/ karena lowongan pekerjaan di Danone Indonesia minta sejumlah uang, hoax atau fakta? jawabannya adalah hoax.







Minggu, 13 Mei 2018


Ini jempolku mana jempolmu? Mari sebarkan berita baik di media sosial mengingat masyarakat sekarang ini mempunyai sumber keasyikan baru melalui media ini. Dengan bermedia sosial orang bisa bersosialisasi baik dengan teman baru yang dikenal karena mempunyai ketertarikan yang sama maupun dengan teman lamanya. Melalui media sosial orang dapat menyalurkan keluh kesah maupun inspirasinya. Dan melalui media sosial orang juga dapat memviralkan segala informasi.

Saya pernah menuliskan dalam blog pada September 2015 lalu berjudul saat tragedi di depan mata. Saat itu saya kesal tapi tidak dapat berbuat apa-apa ketika dihadapkan pada sebuah kecelakaan di jalan raya. Bukannya menolong orang-orang malah sibuk memfoto-foto korban sehingga membuat jalanan makin macet. Saya tahu, setelah memfoto-foto pasti tidak lama kemudian foto-foto tersebut akan tersebar di media sosial. Sepertinya, ada rasa kepuasan mungkin ya bila menjadi orang yang pertama kali menyebarkan tragedi tersebut. 

Jumat, 11 Mei 2018


Kerja di Danone Indonesia, apa kelebihannya? Memasuki kantor pusat Danone Aqua di gedung Cyber 2 Rasuna Said Jakarta Selatan, dari luar tampak biasa saja. Orang-orang lalu lalang tanpa keramaian yang berarti sepanjang mata saya memandang. Akan tetapi saya langsung dapat membedakan, yang mana karyawan dan yang mana tamu. Setiap tamu harus menukarkan ID Card nya dulu untuk ditukar dengan free pass sebagai akses memasuki gedung. Sementara untuk karyawan langsung masuk dong karena sudah memiliki kartu akses masuklah ya hihihihi... 

Kaki saya kemudian melangkah ringan menuju ruangan Danone Academy di lantai 9. Ada apa sih di lantai 9 ini? Undangan dari Danone Indonesia untuk acara Blogger gathering ini membuat rasa penasaran saya makin memuncak. 

beberapa peserta umum yang sempet kenalan dengan saya. 

Sesampainya di lantai 9, selain teman-teman Blogger yang sudah saya kenal baik tampak beberapa peserta yang tidak saya kenal. Saya pikir awalnya mereka adalah Blogger juga. Tanya punya tanya,  rupanya mereka berasal masyarakat umum yang mendaftar ke acara ini setelah mengikuti kuis di sosial media @dancommunityID @nutrisibangsa dan @aqualestari.

Mereka penasaran ingin tahu lebih mendalam mengenai acara hari ini yang bertajuk 'Discovering Talent Management at Danone'. Disamping itu,  katanya, mereka juga sekalian cari info lowongan pekerjaan di Danone Indonesia. Jadi siapa tau dari acara ini impian mereka dapat terwujud untuk bisa kerja di Danone Indonesia.  Aamiin. 

Sebersit pertanyaan kemudian menguak. Memangnya,  apa menariknya sih kerja di Danone?

Bapak Arif Mujahidin, Corporate Communication Director Danone Indonesia 
Sabar dulu ya teman. Sebelum membuka pembahasan mengenai tempat kerja menyenangkan di Danone Indonesia,  Bapak Arif Mujahidin Corporate Communication Director Danone Indonesia menjelaskan terlebih dulu mengenai perusahaan Danone di Indonesia.

Tentang Danone
Bapak Arif menceritakan kala Aqua diluncurkan pertama kali di tahun 1973. Saat itu masyarakat masih terbiasa mengkonsumsi air yang direbus sampai mendidih dulu. Nyatanya,  sebagai pelopor air minum dalam kemasan Danone berhasil mengubah pola kebiasaan di masyarakat. Bahwa dengan minum air minum dalam kemasan Aqua sama sehatnya dengan meminum air mentah yang direbus untuk mematikan kumannya. Tapi lebih praktis saja.





"Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk membawa kesehatan melalui makanan dan minuman terbesar di dunia, kami ingin misi Danone dapat memberikan dampak positif kepada orang banyak, dari segala usia, lingkungan sosial dan budaya yang berbeda, termasuk karyawan Danone," tuturnya. 

Dipaparkannya, ada lebih dari 15 ribu karyawan Danone Indonesia yang bekerja di tiga unit bisnis kategori yaitu air minum dalam kemasan (Aqua dan VIT) dan minuman karbonasi (Mizone), nutrisi untuk awal kehidupan atau lebih dikenal dengan early life nutrition (Nutrilon) dan nutrisi medis (Nutrini). Bahkan yang terbaru, Danone pun mengeluarkan varian minuman teh dengan merk 'Teh Cahaya'. Teh Cahaya dapat kita konsumsi kapan saja tanpa takut kebanyakan mengkonsumsi gula. Karena keunggulan teh ini memiliki kandungan gula 25% lebih rendah dari produk lainnya.


Danone percaya kesehatan lingkungan sangat berpengaruh pada kesehatan manusia. Dengan visi  #OnePlanetOnehealth yang diusungnya kita harus memahami bahwa keseimbangan hidup di planet ini haruslah dijaga senantiasa. Oleh sebab itu, sebaiknya  tanamkan di hati bahwa apapun yang kita konsumsi bila berasal dari sumber daya alam yang berpotensi merusak alam maka kita berkontribusi akan rusaknya planet ke depannya. Noted.

Komitmen Danone Dalam Bisnis Yang Bersinergi Dengan Sosial
Terkait dengan visi #OnePlanetOneHealth, Pak Arif kemudian menjelaskan mengenai dual project Danone. "Danone percaya, kesuksesan bukanlah dimanifestasikan dengan pencapaian bisnis yang maju saja tapi juga kemajuan sosialnya," jelasnya. 

Melalui program CSR yang telah dijalankan selama ini Danone berkomitmen melaksanakan kegiatan sosial berkelanjutan untuk berkontribusi penuh dalam menjaga kelestarian alam. Kita bisa melihat sekarang ini kemasan air minum dalam kemasan Aqua botolnya terbuat dari plastik yang lebih tipis. Ini merupakan cara Danone untuk mengurangi limbah sampah plastik selain daur ulang atau recycling.

Sewaktu saya meninjau ke desa Panggung Hardjo contoh desa terbaik seIndonesia, yang mengelola Bumdes Panggung Lestari dalam pembudidayaan minyak jelantah sebagai bahan baku mesin besar di pabrik Aqua

FYI, di tahun 1998, di saat orang di seluruh dunia belum memikirkan mengenai program recycling, Danone telah melakukannya. Dan sekarang ini kita bisa lihat hasilnya jika mengunjungi desa Panggung Hardjo di Jogjakarta dengan kelompok yang dinamakan Panggung Lestari yang telah merecycle botol kemasan Aqua menjadi barang bernilai ekonomi tinggi. Kebetulan beberapa bulan yang lalu saya berkesempatan mengunjungi desa tersebut bersama Menteri Desa Bapak Eko Putro Sandjojo untuk melihat langsung pertumbuhan ekonomi di desa yang dinyatakan sebagai desa terbaik di Indonesia tersebut. Dan saya tidak menyangka, dalam upayanya menjaga alam maka minyak jelantah dari desa tersebut digunakan oleh pabrik Aqua untuk mengoperasikan mesin-mesin raksasanya.

Oke, balik lagi ke penjelasan pak Arif. Untuk program konservasi alam, Danone telah melakukan kegiatan penanaman pohon dan membuat lubang biopori atau sumur resapan, membuat embung air dan melindungi daerah aliran sungai. Sedangkan  dalam pertanian Danone disuport langsung oleh LSM dengan membuat beras sehat Orisa.  

Beberapa project sosial lain yang diadakan Danone dalam bidang edukasi anak diwujudkan dengan adanya fasilitas mainan edukasi anak di PAUD Barat dan PAUD Timur Taman Pintar Jogjakarta. Mengadakan lomba gizi piringku dan menggiatkan warung anak sehat dimana anak akan mendapat edukasi melalui warung ini dalam memilih makanan dan minuman sehat sebagai jajanannya. 

Di kalangan ibu rumah tangga, Danone mensupport penuh ibu rumah tangga untuk menambah perekonomian keluarga dengan menjadi agen Aqua Home Service yaitu jual Aqua galon di rumah.

Dalam bidang kesehatan, sebagai contoh dalam mengatasi mal nutrisi di Indonesia sehingga menyebabkan kondisi anak stunting Danone mengajak ibu pasca melahirkan untuk memperhatikan 1000 HPK (1000 Hari Pertama Kehidupan) anak. Dan di dalam kalangan intern Danone sendiri juga ada ambassador yang membantu menerapkan 1000 HPK ini pada staf karyawan perempuannya.

Danone Mendukung Penuh Perempuan Dalam Berkarir



Untuk lebih jelasnya Pak Evan Indrawijaya, HR Director Danone ELN Indonesia kemudian memaparkan bahwa, "1000 Hari Pertama Kehidupan Anak adalah masa emas pertumbuhan anak agar dapat tumbuh optimal. Parental Policy diluncurkan untuk mendukung upaya pemenuhan hak perempuan dan anak atas pengasuhan dan tumbuh kembang yang baik sebagai upaya mendukung kualitas generasi Indonesia di masa depan."

Ruang laktasi 

Parental Policy adalah program cuti yang dikeluarkan Danone agar karyawan perempuan dapat berkarir cemerlang namun tetap dapat mensejahterakan keluarganya. Melalui program Parental Policy ini setiap karyawan perempuan mendapat cuti melahirkan selama 6 bulan dan bagi karyawan lelaki bila istrinya melahirkan pun tetap mendapat cuti juga selama 10 hari. Dan, bila karyawan yang kerja di Danone adalah pasangan suami istri, dua-duanya tetap mendapat jatah cuti yang sama. Asik banget ya.

Nah, biasanya, secerlang-cerlangnya berkarir buat perempuan pasti tetap ada ganjalan untuk bisa menduduki posisi tertinggi, kan? Tapi nyatanya kerja di Danone Indonesia tidak seperti itu. Danone mendukung penuh perempuan dalam berkarir dengan mengupayakan budaya keberagaman #InclusiveDiversity yang dapat mendorong organisasi dapat maju lebih baik dan sehat. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah representasi perempuan di tingkat direktur hingga presiden direktur untuk memimpin bisnis Danone Indonesia.

Ibu Corine Tap, Presiden Director PT. Tirta Investama (Danone-Aqua)


Salah satu perempuan yang berhasil duduk di jajaran tertinggi Danone yaitu Ibu Corine Tap Presiden Director PT. Tirta Investama (Danone-Indonesia). Ia mengatakan, "saya adalah presiden direktur perempuan yang sangat merasakan dukungan yang diberikan Danone Indonesia dalam mengembangkan karir saya."

Gustavo Hildenbrand, General Manager Nutricia Sarihussada

Ditambahkan Gustavo Hildenbrand General Manager Nutricia Sarihusada, "Saya melihat dengan dukungan dan bimbingan, karyawan kami dapat bertanggung jawab untuk membentuk karir mereka sendiri dan berkontribusi terhadap kinerja bisnis. Selain itu, saya juga menyadari bahwa karyawan yang kerja di Danone Indonesia memiliki tujuan lebih daripada sekedar bekerja yaitu untuk belajar dan dan berkontribusi pada dunia yang lebih sehat. Saya berharap, dengan apa yang kami lakukan dapat menginspirasi karyawan untuk terus berkontribusi pada dunia yang lebih sehat serta berdampak juga pada terhadap masyarakat luas."

Itulah mengapa ketika pak Arif menjelaskan mengenai proyek volunteer Danone dimana seluruh karyawan yang melaksanakan dalam operasionalnya sama sekali tidak dibayar terjawab sudah setelah mendengar penjelasan Gustavo tadi. Lingkungan kerja di Danone yang positif tentu akan membangun semangat dan produktivitas sumber daya manusianya, yang kemudian akan bermanfaat bagi perusahaan seperti program Management Talent untuk seluruh karyawan yang kerja di Danone.


Berikut inisiatif yang dilakukan Danone Indonesia dalam talent management bagi karyawannya :

Jaguar Program : memberikan kesempatan bagi karyawan yang berada di tingkat manajer untuk terlibat dalam proyek antar negara.

Endeavor Program : program pengembangan karyawan untuk menduduki posisi manager.

International Asignment : secara reguler karyawan dikirim ke perusahaan Danone di negara lain untuk mendapatkan pengalaman kerja Internasional. Tujuannya agar ketika mereka kembali ke Indonesia dapat membangun karir yang lingkupnya lebih luas lagi.

MT Star Danone 
Wiiyyhh, asyik ya. Gimana, pingin ga kerja di Danone Indonesia? Kalau saya sih iyes, ga tau mas Anang hehhee...

Begini, ketika saya dan teman-teman diajak touring keliling kantor Danone, dalam hati saya berucap, "wah ini dia yang dinamakan kantor kekinian."

Sebagai rumah ke dua karena sebagian orang menghabiskan waktunya untuk berkarya dan menghasilkan ide-idenya di kantor, kantor Danone dibuat sangat nyaman. Ada berbagai fasilitas di kantor yang menempati lantai 9 hingga lantai 16 di Gedung Cyber 2 Kuningan Jakarta Selatan. Diantaranya ada ruang laktasi, klinik, beberapa ruang rapat, musholla, dan tempat kongkow yang dinamakan Danlounge.

DanLounge adalah tempat di mana karyawan bisa melepaskan sejenak dari beban kerja dengan melakukan berbagai aktivitas menarik di sini. Yang suka karaoke, main game, main fussball (sepakbola meja) semua ada di sini. Bahkan untuk Muaythai atau Zumba yang juga diadakan secara periodik dilaksanakan di ruangan ini. Bikin betah deh. Sayang, kesempatan saya sudah lewat untuk kerja di Danone Indonesia karena usia saya beberapa tahun lagi namanya jelita, jelang lima puluh, hehehe..

Jadi, bagi kalangan milenial fresh graduate yang memiliki kepribadian menarik silakan ikuti step by step skrining saat Danone membuka lowongan Management Trainee Danone Indonesia yaitu MT Star Danone. Karena peminatnya sangat tinggi untuk kerja di Danone Indonesia sebaiknya hati-hati terhadap penipuan. Misalnya ada yang minta sejumlah uang untuk biaya akomodasi atau minta transfer biaya untuk pembuatan seragam. Perusahaan besar sekelas Danone manalah mungkin memberatkan calon pelamarnya. Pakai logika deh, tadi sudah saya paparkan plusnya kerja di Danone Indonesia, apa kelebihannya tadi?