Senin, 07 Agustus 2017

FWD Hackathon 2017, Ajang Adu Kreasi Anak Muda Dalam Dunia Digital Asuransi



Event Hackathon tak pernah berhenti berinovasi. Sukses mencuri perhatian lewat berbagai kejuaraan yang diadakan selama beberapa tahun terakhir ini, dalam event FWD Hackathon 2017, Hackathon bekerja sama dengan FWD Life dan Founder Institute. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengajak kalangan anak muda dari seluruh penjuru Indonesia untuk berkreasi dalam pengembangan program digital media di bidang asuransi.

FYI, Hackathon merupakan singkatan dari kata HACK dan MARATHON yang berarti kegiatan pemrograman secara marathon. Dari Wikipedia, saya kemudian menyimpulkan, Hackathon adalah sebuah acara kolaborasi antar orang-orang yang melek teknologi seperti programmer, desainer grafis dan desainer antar muka untuk melakukan pengembangan proyek perangkat lunak yang bermanfaat.


Bertempat di Barbados Room, Kasablanka Hall, Mal Kasablanka Jakarta, Jumat 4 Agustus 2017 lalu kelar sudah peluncuran program FWD Hackathon 2017. FWD Life di bawah bendera PT FWD Life Indonesia adalah perusahaan asuransi dengan visi misi mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi. Meski baru berdiri tiga tahun berkat jajaran kepemimpinan di industry asuransi dengan pengalaman yang solid tidak heran jika nama FWD Life telah terdaftar dan diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Melalui pendekatan berbasis passion FWD Life merasa prihatin dengan pergeseran sosial yang terjadi sekarang ini. Generasi muda sekarang cenderung kurang peduli dengan kesehatan finansialnya di masa depan. Karakteristik generasi yang sering disebut dengan generasi milenial alias generasi nunduk salah satunya adalah gadget. Cirinya, tidak bisa lepas dari gadget sama sekali.

Sayangnya, untuk sebagian kalangan anak muda, fungsi gadget hanya sebatas untuk bermain game, narsis atau untuk sekedar curhat saja. Padahal, ide-ide dan kreasi inovatifseringkali bermunculan namun karena tidak ada media penyaluran yang tepat maka ide dan kreasi sebagus apapun menguap begitu saja.

Bapak Rudi Kamdani

Dalam peluncuran FWD Hackathon 2017 kemarin, Bapak Rudi Kamdani selaku Vice President FWD Life menjelaskan latar belakang diselenggarakannya ajang adu kreasi bakat inovatif anak-anak muda untuk mengeksplorasi ide-idenya melalui inovasi digital.


Dijelaskannya, sesuai data OJK, penetrasi asuransi di Indonesia angkanya masih sangat rendah yaitu hanya 2,7 persen saja. Angka ini menunjukkan bahwa nasabah asuransi di Indonesia masih lebih rendah dibandingkan negara-negara Asia lainnya seperti Singapura, Malaysia dan Thailand yang sudah berada di level 5 persen.

Merasa ikut bertanggung jawab atas penetrasi asuransi yang masih rendah tersebut, untuk itu FWD Life ingin memberikan edukasi sekaligus meningkatkan inovasi asuransi berbasis digital agar memudahkan siapapun untuk memperoleh asuransi sekaligus pemahaman asuransi dengan lebih baik lagi.

Ibu Poppy Safitri 


Dalam acara tersebut ikut hadir pula perwakilan dari BEKRAF (Badan EKonomi Kreatif) yaitu ibu Poppy Safitri. Dalam sambutannya, beliau mengatakan kegembiraannya dengan dilibatkannya anak-anak muda Indonesia dalam event bergengsi FWD Hackathon 2017 ini. Menurutnya, sekarang ini banyak sekali start up bermunculan di Indonesia. Dipicu oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang menyukai segala sesuatu yang bersifat online maka tak heran jika banyak bermunculan start up digital.
“Saya berharap ajang ini bisa diikuti oleh banyak anak muda di seluruh Indonesia agar mereka bisa mengasah kreatifitas dan juga membangun start up dalam bisnis digital di ajang FWD Hackathon 2017 ini,” ujar Ibu Poppy.

Bapak Andi Zain


Di sesi terakhir Bapak Andi Zain selaku Direktur Founder Institute ikut angkat bicara. Beliau mengungkapkan rasa bangganya bisa bekerjasama dengan perusahaan asuransi khususnya FWD Life. Terlebih ini adalah kali pertamanya.

Dengan visi “Help founder launch their dream company – easier”, Founder Institute merupakan sebuah lembaga untuk membimbing dan mendampingi secara langsung calon-calon  wirausaha yang penuh talenta untuk mengembangkan bisnisnya. Berlokasi di Silicon Valley, mentor-mentor berpengalaman mensupport langsung berbagai strategi marketing, mengenalkan produk hingga menghasilkan uang melalui usaha baru yang dikenal dengan istilah start up.

“Kami berharap FWD Hackathon 2017 dapat memberi manfaat untuk membangun industry asuransi yang lebih baik dengan ide dan inovasi dari anak-anak bangsa”, pungkas Andi.


Lomba FWD Hackathon 2017 resmi dibuka pendaftarannya mulai 4 Agustus 2017 berbarengan dengan launching acara yang saya hadiri kemarin melalui microsite FWD. Road show pun akan digelar di Jakarta, Surabaya dan Bandung dengan acara puncaknya pada 22 – 24 September 2017.
Memperebutkan beasiswa belajar selama 4 bulan penuh di Founder Institute, pemenang FWD Hackathon 2017 pun berhak mendapatkan dana usaha sebesar 100 juta dan berkunjung langsung ke tempat lahirnya Founder Institute di Silicon Valley selama seminggu full. Waaah asiknya..


Yuk, ikutan FWD Hackatahon 2017

saya dan sebagian teman-teman Blogger yang hadir dalam acara launching FWD Hackathon 2017

Minggu, 06 Agustus 2017

Rawat Jerawat Dengan Hamotugi Skin Conditioner






Saya bête. Jerawat datang lagi. Meskipun jerawat hampir setiap bulan rajin nyamperin saya berbarengan dengan tamu bulanan saya tapi tetap saja saya bête. Rasanya itu lho; sudah senut-senut, perih, bengkak-bengkak dan kadang ada nanahnya. Saya jadi ga pede.

Kata dokter klinik kecantikan langganan saya, salah satu factor yang dapat memicu timbulnya jerawat adalah ketidak seimbangan hormon. Nah, jerawat yang datang setiap menjelang dan selama menstruasi ini kata dokter diakibatkan dari perubahan tingkat dan rasio hormone seks di tubuh kita. Cirinya gampang dikenali. Perhatikan aja, setiap bulannya di rentang waktu yang sama, biasanya jerawat cenderung hanya muncul di dagu dan rahang aja. Pantesan!



Waktu saya konsultasikan ke dokter, ngga ada cara lain untuk mencegah datangnya jerawat yang diakibatkan ketidak seimbangan hormone. Paling diminimalisasi aja. Caranya, dengan mengatur gaya hidup untuk mengelola tingkat stres melalui yoga atau olahraga. Dan cara ke dua adalah dengan rajin menjaga kebersihan kulit supaya ngga terjadi penumpukan minyak dan kotoran yang bisa ngundang pertumbuhan bakteri.

Ngomong-ngomong soal pengobatan jerawat memang membutuhkan kesabaran ekstra. Siapa yang tahan ga megang-megang jerawat ya? Hahahaah… tapi rupanya kebiasaan megang-megang atau mencet-mencet jerawat ga boleh lho. Takutnya ada komplikasi lain. Tangan yang kotor saat megangin jerawat bisa mengundang infeksi. Serem aah..

Hamotugi Skin Conditioner


Beberapa hari yang lalu, saya menerima kiriman sebuah paket ekslusif warna pink. Ahaa, seperti diingatkan dengan warna khas situs belanja produk make up, skincare, hair & beauty dan suplemen benar aja paket cantik pinky itu dari www.perfectbeauty.id. Makasih yaaa :)




Setelah saya buka, isinya Hatomugi Skin Conditioner. Waaah, apa ini ya? 

Kemasannya berbentuk botol plastic berukuran 500 ml. saya goncang-goncang, cairannya encer dan warnanya ngga berubah sama sekali, tetap seperti warna air cucian beras. Putih keruh.

Hatomogi skin conditioner merupakan produk yang terbuat dari bahan alami dan tidak mengandung pewarna dan aroma. Hatomugi skin conditioner merupakan produk import dari Jepang dimana PT Pias Intercosmex Indonesia adalah pemegang lisensinya dan sudah ada sertifikat BPOM-nya.



Penasaran dengan kandungannya, tertera di kemasannya ada kandungan ekstraks biji Coix. Biji Coix itu apa sih? Saya googling sebentar, taraaaa rupanya biji Coix adalah biji jali-jali yang mudah sekali kita temukan di Negara tropis kita ini. Jali-jali adalah tanaman yang sekeluarga dengan padi. Jali-jali sering digunakan sebagai herbal obat china karena manfaatnya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Mempunyai efek bisa mendinginkan kulit seperti halnya orang Jawa jaman dulu yang hobi maskeran dengan beras atau cuci muka dengan air cucian beras untuk memutihkan kulit maka jali-jali diyakini mempunyai manfaat juga di dunia kecantikan. 



Masih penasaran dengan jerawat, kira-kira bisa ngga ya Hatomugi Skin Conditioner membantu mengurangi jerawat hormonal saya supaya ngga semakin meradang? Ahaaaa, di ingredientsnya tertera ada kandungan citric acid. Waah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Kalau baca dari Wikipedia, Citric Acid adalah nama asam organic yang memberi rasa asam pada bahan makanan dan minuman ringan. Zat ini juga dapat digunakan sebagai zat pembersih yang ramah lingkungan sebagai ANTIOKSIDAN. Yesss, that’s it!!!


 
Water, Dipropylene Glycol, Butylene Glycol, Glycerin, Dipotassium Glycyrrhizate, Coix Lacrima Jobi (Job's Tears) Seed Extract, Styrene/Acrylates Copolymer, Alcohol, Citric Acid, Sodium Citrate, Methylparaben, Propylparaben


Cara menggunakan Hatomugi Skin Conditioner ada beberapa cara :
1.       Tuangkan sedikit cairan Hatomugi Skin Conditioner di tangan lalu oleskan langsung di jerawat. Diamkan sampai mongering sendiri.
2.       Basahi kapas dengan Hatomugi Skin Conditioner lalu kompres jerawat dan biarkan sampai mongering. 




3.       Selain untuk mengurangi radang jerawat, Hatomugi Skin Conditioner juga berguna sebagai masker wajah untuk melembabkan dan merawat kehalusan kulit. Caranya, tuangkan sejumlah kapas yang dibasahi dengan Hatomugi Skin Conditioner lalu tempelkan di wajah selama kurang lebih 10 menit. Lakukan cara ini setiap hari untuk mendapatkan efek maksimal. 




 Di kemasan tertera juga bahwa Hamotugi Skin Conditioner pun berguna untuk menenangkan kulit setelah terbakar matahari. Efeknya yang bisa mendinginkan kulit pasti akan lebih maksimal jika cairan ini didinginkan dulu di kulkas. Caranya, tuang Hamotugi Skin Conditioner di tangan lalu tepuk-tepuk ringan area wajah, tangan atau kaki yang terasa panas supaya meresap. Boleh juga dikompres sebentar dengan sejumlah kapas yang dibasahi Hamotugi Skin Conditioner. 





Hamotugi Skin Conditioner merupakan produk yang dipercaya mampu melembutkan kulit, merawat kehalusan dan mengurangi kekasaran kulit. Saya sudah nyoba juga untuk mengurangi kekasaran kulit akibat kulit di area tangan dan kaki. Di area tersebut keriputnya terlihat jelas banget dan terkadang ada sisik-sisiknya jika saya garuk. Itu menandakan kulit saya kering bangeddd.
Tips terakhir dari saya  yaitu gunakan Botol Spray kecil. Kenapa begitu?

Saat travelling, Hamotugi Skin Conditioner dalam botol spray kecil memudahkan kita banget untuk mengaplikasikannya di bagian tubuh yang diinginkan saat diperlukan. Lagipula, kan jadi enteng dengan memindahkan isinya ke botol spray kecil mengingat ukuran Hatomogi Skin Conditioner yang berukuran 500 ml alangkah ribetnya jika dibawa kemana-mana kan?  


Untuk mencegah pemborosan. Dengan memindahkan Hamotugi Skin Conditioner dalam botol spray atau botol bermulut kecil mencegah kita menuangkan isi cairan terlalu banyak. Mubazir yesss…
Untuk kesehatan. Botol yang seringkali dibuka tutup mengandung factor resiko yang bisa mengundang datangnya bakteri. Dengan memindahkan isinya ke dalam botol-botol kecil maka peluang buka tutup botol bisa diminimalisir kan? 

Kesimpulan dari aku, Hamotugi Skin Conditioner merupakan produk yang rekomend buat segala tipe kulit. Untuk si pemilik kulit kering, produk ini bisa membantu mengurangi kekeringan. Untuk si pemilik kulit berminyak, produk ini juga bisa membantu balancing minyak sekaligus melembutkan kulit. Produk ini kerennya bisa digunakan juga bukan hanya untuk bagian wajah aja tapi juga bagian tubuh lainnya seperti tangan dan kaki yang sering kena paparan sinar matahari. Dan, Harganya yang terjangkau dengan kemasan besar plus segudang manfaat tentunya bikin ibu-ibu macam saya seneng banget dong. Nah, buat yang penasaran dengan Hamotugi Skin Conditioner, bolehlah mampir ke www.perfectbeauty.id atau ke facebook.com/pbeauty atau ke akun Instagram @perfectbeauty_id :)



Jumat, 04 Agustus 2017

Goesar Coffee, Tempat Nongkrong Baru Pecinta Kopi Jakarta





Yeayyyyy, upacara pengguntingan pita tanda peresmian gerai pertama Goesar Coffee House usai sudah. Congrats yaaaa… 


diresmikan oleh Bapak Christman Desanto Goesar (komisaris) dan Ibu Lina Patricia Goesar Ritonga (Dirut)


Tanpa buang waktu lagi, saya dan tamu undangan dipersilakan memasuki gerai Goesar Coffee yang dari luar suasananya terlihat hangat sekali. Sehangat senyum ramah para Crew dan Barista berkaus merah maroon. Sehangat sambutannya dengan sapaan khas, “selamat dataaaang.”


Menyapu seluruh ruangan, dalam sekejap pandangan mata saya tertumbuk pada kap lampu di atas Coffee Bar yang terbuat dari kayu panjang yang tengahnya dilubangi seperti perahu. Ooww, rupanya itu namanya Lesung Opung antic yang terkenal di wilayah Toba. 


Lalu, apa hubungannya antara Toba, Lesung Opung dan kopi? 


lihat deh ukiran khas Batak di border dinding berwarna merah menyala, unik ya :)

Menurut Ibu Lina Patricia Goesar Ritonga selaku Direktur Utama Goesar Coffee, salah satu varian kopi yang tersedia di Goesar Coffee House adalah kopi yang berasal dari Lintong. Tumbuh di daerah pegunungan bukit barisan dekat danau Toba, kecamatan Lintong Nihuta merupakan daerah penanam kopi favoritnya para penggila kopi di Eropa. Katanya lagi, tekstur kopi Lintong rasanya kuat dan aromanya khas dengan aroma sedikit pedas manis sehingga disukai di daerah dingin seperti Eropa sana. 


ki - ka : kopi sebelum digiling dan setelah digiling

Karena kopi terbaik yang disukai pencinta kopi di Eropa adalah kopi Lintong, Goesar Coffee tidak ragu untuk mengusung atmosfer Toba sebagai bentuk penghormatan pada kopi Lintong dengan menonjolkan Lesung Opung yang sering digunakan masyarakat Toba untuk menumbuk kopi. Jelas ya hehehe… 








Ornament khas Batak memang kental sekali auranya di gerai kopi yang berdiri di lahan seluas 265 meter persegi-di luar area parkirnya. Di atas tembok lantai satu dan lantai dua, ada dua kepala singa jabu bolon yang dimodifikasi dengan motif  gorga dipasang berdampingan. Ukir-ukiran khas Batak yang dijadikan border dinding bisa kita lihat menonjol sekali dengan warna merah khasnya. Wiiyyhh, eye catching deh. 


ada 12 seri tumblers yang bisa dikoleksi dengan mengambil kearifan lokal dari berbagai daerah di indonesia



free gantungan kunci keren lho untuk 50 struk pembelanjaan di bulan agustus ini :)

Di lantai dua lain lagi. Di bagian teras yang merupakan smoking area, pemasangan dekorasi bata di bagian dinding dengan penambahan tanaman hias yang menggantung cantik membuat mata saya jadi ‘melek’. Belum lagi awning berwarna garis-garis merah hitam yang menaungi area tersebut, wah keren deh. Komposisi warna di area ini menurut saya instragamable banget buat memenuhi kebutuhan eksistensi diri agar terpenuhi. You know what I mean, rait? Hahaha..





Bukan café namanya jika tidak ada sofa yang nyaman diduduki. Goesar Coffee House sangat mengerti kebutuhan pelanggannya yang suka menghabiskan waktu sampai berjam-jam untuk ngobrol dengan teman, menikmati sarapan pagi yang asik, meeting bahkan untuk yang pengen menyepi dengan gadget atau laptopnya. 


Di Café yang berada di di area ruko Transmart Kalimalang Jakarta Timur tepatnya di Green Terrace No. 88 ini sofa kulit berwarna hitam ditempatkan menempel di dinding. Dipasangkan dengan meja kayu berkaki besi, di seberangnya ditempatkan stole bundar single juga yang asik buat duduk muter-muter ((apa sih)) hahaha.. Dengan suasana store Goesar Coffee seperti ini, saya pastikan bakal jadi tempat nongkrong favorite warga Kalimalang dan sekitarnya deh. 


ini tim Goesar Coffee House

Bersama dengan teman-teman Blogger dari tim Squad Blogger Crony, kami diajak untuk mengenal lebih jauh mengenai Goesar Coffee. Goesar Coffee berada di bawah bendera PT Goesar Global Pariwisata. Hingga saat ini, meski jumlah gerai Goesar Coffee baru ada di Kalimalang tapi bakal ada kota-kota besar yang rencananya akan menjadi lokasi gerai Goesar Coffee House selanjutnya. Kabarnya, sih, Bali menjadi salah satunya. Tungguin aja ya… 


Dan ini Tim Squad Blogger Crony yang senyumnya semanis kopi yang disajikan Barista Goesar Coffee

Ngomong-ngomong soal kopi, apa bedanya sih kopi di Gerai Goesar Coffee dengan gerai kopi lainnya? Sebagai pecinta kopi sachetan (ah melas banget ya hahaha) saya baru tau bahwa kopi yang saya minum bersama masyarakat  seantero jagat Indonesia adalah kopi kualitas nomor sekian. Walahh, kenapa begitu? Hiekkkzz… 



Ibu Lina mengatakan, kopi Indonesia adalah kopi terbaik yang disukai di seluruh dunia dimana salah satu penghasil kopi terbaiknya adalah wilayah Sumatra. Namun sayangnya, kopi dengan degree number 1 alias kualitas premium justru dikonsumsi oleh orang luar negeri dan kita malah menikmati kopi kualitas di bawahnya. Atas alasan tersebut, Goesar Coffee ingin kita masyarakat Indonesia, juga bisa ikut menikmati kopi premium karena apa? Karena kopi terbaik harus dibagi *cieee. Hayoo, ingat ga jargon film yang menceritakan tentang kopi bilang seperti itu? Tau kan film apa yang saya maksud? Hihihihi… 


Atas perjuangan dan kerja kerasnya tidak heran jika Goesar Coffee telah beberapa kali menjadi wakil Indonesia dalam pameran kopi mancanegara. Seperti Taiwan Tea Coffee and Wine Expo 2016 di Taiwan, Seoul Coffee Expo 2017 di Korea dan baru-baru ini World of Coffee 2017 di Budapest Hongaria. “Bahkan untuk akhir tahun kami sedang mempersiapkan diri untuk pameran kopi di  Jepang dan London,” pungkas Ibu Lina. 


Luxurious of Taste and Love


Yup, dengan tagline tersebut Goesar Coffee hadir dengan segala kemewahan citarasa dan melayani dengan cinta. Ada enam varian menu minuman racikan kopi yang ditawarkan di Goesar Coffee House yaitu classic hot, signature hot, manual brewing, classic ice, signature iced dan house blended coffee. Jadi bagi yang ingin kopi panas atau kopi dingin silakan tinggal pilih aja sesuai seleranya. Karena, Barista handal dengan ilmu meracik kopi rahasianya bakal mencampur dua atau tiga jenis kopi andalan Goesar Coffee sehingga menghasilkan komposisi rasa yang pas membelai lidah. Aaaakk.... 


Ke enam varian menu racikan kopi ala Barista Goesar Coffee yang sudah mengantongi berbagai piagam kejuaraan meracik kopi tidak lepas dari jenis kopi yang digunakan di Goesar Coffee. Adapun selain kopi Lintong yang menjadi sumber filosofi berdirinya Goesar Coffee maka kopi Mandailing, kopi Gayo, kopi Toraja, kopi Manggarai Flores dan kopi Java jadi andalannya. 




Nah, namanya ngopi ga sah dong kalau ga ada temannya. Jangan kuatirlah. Di Goesar Coffee House tersedia beragam jenis pastry lezat. Mulai dari Croissant, Quiche sampai Brownies semua ada. Setiap harinya akan disajikan berbeda-beda sehingga pelanggan Goesar Coffee House ga akan bosen ngopi cantik dan ngopi ganteng di sini. 



Untuk makanan berat juga ada. Semuanya halal. Goesar Coffee House menyediakan aneka menu Breakfast, Lunch dan Dinner dengan harga terjangkau. Bahkan, set menu untuk anak-anak juga ada lho. Variasi menu baru setiap bulannya juga akan selalu dihadirkan agar pelanggan selalu menemukan warna baru dan rasa berbeda setiap berkunjung ke Goesar Coffee House. Ckckckck, ga heran ya jika Goesar Coffee pantes banget buat tempat ngumpul berbagai kalangan.  



Nah, hari ini sudah ngopi belum? Yuk ah kita ngopi-ngopi cantik atau ngopi-ngopi ganteng di Goesar Coffee House. Mumpung di bulan Agustus ini lagi ada diskon free parking satu jam pertama dan bisa dapetin gantungan kunci keren lho. Saya tunggu ya, karena di Goesar Coffee saya bakal betah berlama-lama berkat jaringan wifi dan ada iringan live music yang genrenya saya bangeddd… Mau tau? Makanya ke Goesar Coffee aja. Saya tunggu yaaaaa.... 





Selasa, 01 Agustus 2017

Citizen Journalist Academy, Ajang Adu Kreatifitas Untuk Jadi Jurnalis Handal





Melebur dalam lautan Mahasiswa di Ice Palace Lotte Shopping Avenue Kuningan Jakarta 27 Juli 2017 lalu membuat saya mendadak merasa jadi muda kembali *ciee. Semangat sekitar 1000 orang yang antusias mengikuti audisi dalam ajang Citizen Jurnalism Award sangat mencengangkan. Semangat menimba ilmu berdasarkan bakat dan minat mereka itu lho yang bikin saya takjub. Saya ga sangka, ajang pencarian Jurnalis handal besutan Liputan Enam.com, Indosiar dan Pertamina (Persero) bakal mendapat respon luar biasa. Kereeen.

Apa sih Citizen Jurnalist Academy?

Citizen Jurnalist Academy adalah sebuah ajang pencarian 90 Mahasiswa yang memiliki bakat di bidang menulis, videografi, public speaking dan presenting. Setelah lolos seleksi, calon-calon jurnalis handal ini akan dimentori oleh 7 coachs keren dari Indosiar yang sudah tidak asing lagi yaitu Utrich Farzah (Coach Presenting), Angga Utomo (Coach Digital Media), Ryan Wiedaryanto (Coach TV Production), Jemmy Darusman (Coach Public Speaking), Zulfikar Naghi (Coach Creative Content), Nurul Cinta (Coach TV Jurnalis) dan Danny Maulana (Coach Videografi).


Dengan sistem belajar mobile learning, dari bulan Agustus sampai November 2017 calon-calon jurnalis ini akan dibimbing masing-masing Coach di kota masing-masing dan dipastikan tidak akan mengganggu jadwal kuliah. 
 

Di Jakarta, jadwal pendaftaran online berlangsung tanggal 3 sampai 20 Juli 2017. Proses audisi dan workshop berlangsung pada tanggal 27 Juli 2017 lalu, dan seleksi finalnya pada 28 sampai 29 Juli 2017. Untuk Jakarta, respon 977 mahasiswa yang mendaftar online sangat mengejutkan namun yang terpilih hanya 30 orang saja. Bagi yang belum terpilih tidak perlu kecewa. Masih ada dua kota lagi yang siapa tau menjadi kota keberuntungan untuk lolos seleksi CJA.

Untuk Semarang pendaftaran berlangsung pada 2 sampai 28 Juli 2017, diikuti dengan audisi dan workshop tanggal 3 Agustus lalu seleksi finalnya tanggal 4 sampai 5 Agustus 2017. Sedangkan untuk Balikpapan pendaftaran berlangsung pada 3 Juli sampai 3 Agustus 2017, diikuti dengan audisi dan workshop tanggal 10 Agustus 2017 lalu seleksi finalnya tanggal 11 sampai 12 Agustus 2017. Semangat ya… :)


Citizen Jurnalist Award bertujuan untuk membangun kreatifitas mahasiswa untuk menjadi jurnalis handal berdasarkan passionnya. Syaratnya mudah sekali, setidaknya mahasiswa harus memiliki satu kriteria bakat yaitu menulis, videografi, public speaking dan presenting. Setelah lolos seleksi, selama empat bulan 90 mahasiswa terpilih akan bisa memilih salah satu dari dua program kegiatan yaitu :

1. Mobile digital Jurnalism. Bagi yang memiliki bakat di bidang menulis, videografi dan news presenting wadah ini pas sekali bagi yang ingin menjadi jurnalis media karena setiap karya citiszen jurnalism akan ditampilkan di liputan6.com dan porgram Fokus di Indosiar.

2. Community Public Relations. Bagi yang memiliki bakat di bidang public relations atau social media content creator wadah ini pas sekali bagi yang ingin menjadi seorang public relations. Melalui kegiatan ini citizen jurnalism akan menjadi community ambassador untuk mengenalkan dan mengembangkan komunitas CJA- #EnergiMudaPertamina melalui kegiatan public relations dan social media campaign sesuai versi kreatif peserta. 
 

Sekelumit ilmu Jurnalistik
Bukan saja seluruh hadirin yang hadir yang mendapat pencerahan dalam dunia jurnalistik. Ada beberapa poin yang saya tangkap saat beberapa Coach menyajikan materi singkatnya.

Coach Utrich Farzah yang membidani bagian Presenting mengatakan, “ada dua faktor yang membuat presenter memiliki daya tarik saat membaca berita yaitu audio dan visual.”

Audio adalah suara. Sebagai presenter yang baik kita harus mengetahui jenis suara kita lalu kita atur ketinggian nadanya supaya tidak cempreng gimana. Nah itu harus melalui latihan yang tidak sebentar.

Begitu juga dengan faktor visual. Utrich menjelaskan, sebagai perempuan tentu kita sudah tau angle yang pas untuk difoto seperti apa sehingga kita terlihat lebih cantik. Bergaya natural alias tidak rikuh dan jengah membuat percaya diri bisa muncul. Ia menuturkan, penampilannya saat membawakan berita supaya terlihat enak dilihat dan isi berita bisa tersampaikan kepada pemirsa televisi didapatnya dari pengalamannya selama 2 tahun menjadi pembawa berita Fokus Indosiar. 
 



Coach Jemmy Darusman yang membidani bagian publik speaking membagikan tips-nya. “Sederhananya adalah bagaimana kita bisa membuat narasumber nyaman bicara.”

Ia mencontohkan, saat ada program Breaking news dimana kita harus melaporkan berita, sebaiknya kita tetap menyaring terlebih dulu dan tidak menyebarkan begitu saja setiap info yang ada. Etika jurnalistik berperan di sini karena ada pertanggung jawaban pemberitaan saat siaran langsung yang tidak dapat diedit sebagaimana tayangan yang sifatnya rekaman. 
 
  
Itulah sebabnya, sebagai jurnalist yang berfokus pada content writer, Zulfikar Naghi dan Nurul Cinta berpesan, dalam menulis berita haruslah faktual. Berita bukanlah hoax dan bersifat penting sehingga layak untuk dijadikan berita. Berita juga harus fresh dan tidak basi. Jurnalis juga harus paham etika dan mengacu pada 5W+1H.

Tips terakhir. Meskipun berita adalah sama, namun kreatifitas seorang jurnalis berperan penting untuk mengolah berita yang sama agar berbeda dari yang lain. 

Lantas, adakah keuntungannya? Tentu saja banyak. Calon jurnalis handal akan mendapat piagam penghargaan dan akan mengalami keterlibatan langsung dalam pembuatan news content untuk media nasional liputane6.com dan program Fokus Indosiar. Selain bisa liburan ke Lombok setiap peserta juga akan mengantongi surat magang dari pimred liputan6.com dan lndosiar yang penting banget itu untuk dijadikan portofolio pekerjaan kelak. 


Mengenal Kitabisa.com

Ga nyangka kan, bahwa kekuatan story telling bisa lho untuk mengumpulkan dana. Kitabisa.com sudah membuktikannya. Digawangi oleh Timmy, kampanye penggalangan dana untuk pembangunan mesjid di papua selama tiga hari bisa mengumpulkan dana sebanyak 300 juta.



Kampanye Kitabisa.com merupakan situs yang menyediakan jasa pengggalangan secara online. Profit yang didapatkan Kitabisa.com adalah mengenakan biaya administrasi sebesar 5 persen dari setiap donasi yang terkumpul. Pengecualian untuk kategori bencana alam yang diinisiasi organisasi terverifikasi dan lembaga resmi ditetapkan 0 persen.


Berdiri sejak tahun 2013, Kitabisa.com yang berlandaskan kegotongroyongan sesuai ciri khas masyarakat indonesia sedari dulu ini ga disangka di tahun 2016 telah mengumpulkan total donasi hingga 61 Milyar. Hebat ya. Ketransparanan dana yang aksesnya bisa dibuka setiap donatur menjadikan Kitabisa.com situs kepercayaan dalam berdonasi secara online.

Sepulang dari acara audisi dan workshop Citizen Jurnalism Award ada satu hal yang menyentil kepala saya. Sisa hidup kita buat apa lagi sih kalau ga berbuat sesuatu yang bermakna untuk hidup? Nyesss…